SEKILAS INFO

Perang Air di Sungai Jelai Sukamara

Perang Air kembali pecah di Sungai Jelai diantara angkutan sungai. Dengan menggunakan berbagai kendaraan air seperti kelotok, perahu bahkan speedboat, semua orang saling melempar dengan air, uniknya semua orang yang terkena lemparan tidak boleh marah. Inilah pesta kegembiraan bersama semua orang dalam Pesta Rakyat Betawakan.

Betawakan dilakukan dengan menggunakan perahu, kelotok dan Kapal di sepanjang Sungai Jelai sebagai ungkapan rasa senang warga saat menyambut hari besar Islam. Puluhan kelotok dari ukuran besar hingga kecil dan speed boad memenuhi sungai mondar-mandir saling melempar satu sama lain ketika berpapasan. Mereka saling berkelompok untuk menyerang kelompok lain dengan melempar air yang sudah dibungkus dengan plastik kecil. Menariknya lagi, air yang dilempar bukan saja air putih atau air sungai biasa, tetapi air berwarna-warni yang sudah diberi bahan pewarna.

Betawakan atau perang air merupakan tradisi masyarakat Sukamara untuk memeriahkan perayaan Idul Fitri maupun Idul Adha. Momen sore hari di tepian Sungai Jelai tampak ramai dipadati masyarakat yang akan menonton even budaya yang dilaksanakan 2 kali setahun tersebut. Perang air ini berlangsung tiga hari berturut-turut sejak hari pertama hingga hari ketiga lebaran. Betawakan ini diikuti semua orang dari kalangan muda hingga anak-anak. Tak ketinggalan warga dari Desa Sukaramai, Kalimantan Barat, juga ikut serta memeriahkan acara ini.

Selain melepas kepenatan betawakan juga sebagai pesta rakyat Kota Sukamara. Perasaan senang berperahu, sambil menikmati sorak sorai teriakan para penonton yang sedang ”betawakan”. Uniknya dalam pelaksanaan acara ini masyarakat juga terlibat ikut melempari peserta betawakan dengan plastik berisi air kesumba (air berwarna). Inilah hiburan masyarakat Kota Permata di hari lebaran. Para peserta betawakan biasanya menyiapkan air yang dibungkus dengan pelastik dari rumah, sehingga saat turun ke sungai hanya akan melemparkannya ke musuh saja. Dan bagi yang terkena lemparan tidak boleh emosi.

Acara tahunan ini digelar secara swadaya masyarakat secara turun temurun. Dengan melestarikan tradisi ini, mendorong masyarakat Sukamara aktif selalu meramaikan acara tahunan ini baik ikut langsung betawakan maupun yang hanya sekedar menonton. Lantaran acara Betawakan selalu dilakukan tiap tahun dan peserta sudah memahami cara bermainnya, maka tidak akan menimbulkan permasalahan bagi kelompok lainnya yang terkena saat dilempari air. sehingga semua orang akan tertawa saat terkena lemparan.

Ayo berkunjung ke Sukamara.

About Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*